Mushome dan Future Farmers untuk masa depan Indonesia

Mushome dan Future Farmers untuk masa depan Indonesia

Mushome dan Future Farmers untuk masa depan Indonesia

10 September 2018 lalu, tim Mushome bertolak ke Bali untuk memenuhi undangan kolaborasi Yayasan Parama Anak Bangsa. Organisasi yang peduli pada pendidikan pertanian di Indonesia, dengan mengadakan program Future Farmers. Acara yang diadakan utnuk mendorong dan menginspirasi calon petani muda melalui program simulasi bisnis dan masterclass sejak tingkat SMK. Mushome menjadi salah satu narasumber untuk mengisi acara workshop Future Farmers Indonesia di SMKN1 Petang, kabupaten Badung, Bali. Acara workshop ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia dan SMKN 1 Petang terpilih karena merupakan satu-satunya sekolah kejuruan yang masih mepertahankan Pendidikan pertanian bagi generasi muda tanah air.

Perwakilan Yayasan Parama Anak Bangsa, Yasti Daita mengatakan bahwa, program Future Farmers ini untuk mendidik dan mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar, serta meyiapkan mereka menjadi generasi penerus di bidang pertanian. Selain paham akan tata Bertani, program Future Farmers juga menyiapkan para pelajar untuk mengikuti perkembangan pasar, teknologi dan lingkungan khususnya di wilayah Bali.

Sebagai salah satu narasumber, Mushome yang diwakili pendirinya Widya Putra mengenalkan Teknik berbudidaya jamur tiram putih selama empat hari dari tanggal 10 hingga 13 september. Para siswa SMKN 1 Petang sangat antusias memperlajari budidaya bahan pangan yang agak lain dari tanaman pada umumnya ini.

Mushome dan Future Farmers untuk masa depan Indonesia

Workshop dimulai dengan pengenalan beragam jenis jamur, mulai dari yang dapat dikonsumsi dan bermanfaat sampai jamur yang menjadi sumber peyakit bagi manusia. Karena baru pertama kali mendapat informasi mengenai jamur, banyak siswa yang bertanya tentang jamur apa saja yang bisa dibudidayakan di Indonesia, bagaimana manfaat mereka bagi kesehatan dan banyak hal-hal umum lainnya.

Di hari berikutnya, praktikum dimulai. Widya mengajari para siswa bagaimana cara membuat media tanam jamur (Baglog), bahan baku apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana cara membuat baglog yang baik. Bahan baku bagog yang tidak menggunakan tanah membuat heran sebagian besar peserta termasuk panitia Future Farmers. Ini karena masih banyak yang menggangap jamur tumbuh dari tanah, padahal aslinya jamur tumbuh dari sisa-sisa makhluk hidup terutama tumbuhan.

Mushome dan Future Farmers untuk masa depan Indonesia

Begitu pembuatan baglog selesai dan sudah diseterilkan, pembibitan jamur pun dimulai. Jika tanaman pada umumnya tidak begitu memperhatikan keseterilan, jamur justru sangat menuntut tingkat seteril yang tinggi. Banyak yang berkelakar kalau jamur itu sensian dan banyak mintanya, tapi Widya menegaskan bahwa, apa yang bernilai tinggi akan lebih susah dicapai daripada yang bernilai rendah. Jamur memang meminta kondisi yang sangat ideal untuk tumbuhn namun manfaat yang diberikan jamur pada manusia lebih banyak lagi. Kesusahpayahan kita selama membuat baglog akan terbayar jika jamur yang ditanam tumbuh dengan baik.

 

Menutup ragkaian workshop Mushome di SMKN 1 Petang, baglog yang sudah diinokulasi atau diberi bibit jamur lalu dimasukkan ke dalam ruang gudang yang sudah disiapkan untuk proses pemutihan. Semoga baglog-baglog yang dibuat dengan pebuh semangat ini dapat tumbuh dengan baik. Dalam kurun waktu satu bulan, para siswa akan dapat melihat hasil kerja keras mereka.