Mushroom at Home
Alamat
Kompleks Ranting Pesona blok A1-7. Kota Cimahi
Telepon
0895347020357
30 Oct 2019

Berbagi Ilmu dan Pameran di Indonesia Science Expo 2019

Indonesia Science Expo 2019 berlangsung selama 4 hari (23-26 Oktober 2019) di ICE BSD, Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang digelar oleh LIPI sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari beberapa rangkaian acara yang banyak dihadiri oleh siswa-siswi dalam negeri dan luar negeri. Beberapa rangkaian acara yang digelar seperti konferensi sains internasional, seminar sains dan workshop, talkshow, serta kompetisi ilmiah yang juga diikuti oleh beberapa siswa/i dari mancanegara seperti Taiwan, Macau, Singapura, Hong Kong, dan beberapa negara di Asia lainnya.

Selain rangkaian acara tersebut, pada event ISE 2019 juga ikut melibatkan beberapa UKM & Startup binaan LIPI. Hadirnya UKM & Startup bertujuan agar teknologi dan beberapa produk inovatif dari UKM & Startup tersebut dapat menginspirasi masyarakat dan siswa-siswi yang hadir pada acara ISE 2019. Hal ini tentu menjadi kesempatan besar bagi UKM & Startup untuk mengenalkan ide / produk mereka kepada masyarakat.

Salah satu startup yang turut serta dalam pagelaran ISE 2019 adalah MusHome. Selama 4 hari acara digelar, banyak orangtua dan siswa-siswi yang menghampiri booth MusHome karena tertarik dengan produk Mushome seperti kaldu jamur, keripik jamur, dan Mushome Box. Selain pengunjung, peserta dari UKM & Startup lain juga datang karena penasaran dengan media tanam jamur Mushome Box. Perwakilan dari PPII LIPI (Pusat Pengembangan Inovasi dan IPTEK LIPI) juga datang serta bertanya banyak hal tentang MusHome. Menurut mereka, ini merupakan sesuatu yang unik dan sangat edukatif.

30 Oct 2019

Perdana!! MusHome ikut pameran international di Trade Expo Indonesia 16-20 Oktober 2019

Trade Expo Indonesia (TEI) merupakan salah satu event tahunan yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) dari tanggal 16-20 Oktober 2019. TEI bertujuan untuk memperkenalkan kualitas produk buatan Indonesia untuk pasar global, untuk mengembangkan jaringan kerjasama bisnis, dan yang mau untuk melakukan investasi terhadap produk Indonesia yang memiliki kualitas yang bagus, namun belum cukup dikenal oleh masyarakat ataupun dunia luar.

Event TEI diikuti oleh umkm hingga perusahaan besar yang ingin mencari investor dan buyer dari dalam hingga luar negeri. Pada saat event ini, stand kami dikunjungi oleh para buyer yang ingin membeli produk-produk ataupun bekerjasama melakukan export terhadap produk kami. Selain itu juga, ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi terhadap produk kami. Beberapa buyer ataupun investor luar yang berkunjung ke booth kami yaitu: Malaysia, Singapore, Pakistan, Oman, Suriname, Australia, dan Amerika.

Selama pameran, antusiasme pengujung sangat besar terhadap produk mushome terutama pada produk mushome chips karena merupakan salah satu cemilan yang unik dengan rasa yang enak. Selain itu juga, banyak pengunjung tertarik dengan kaldu jamur ‘tabur’ yang merupakan penyedap rasa yang sehat dan aman karena tidak menggunakan MSG, dan juga terhadap produk mushome box karena para pengunjung yang tertarik untuk memberikannya terhadap anak-anak mereka sebagai media pembelajaran yang unik.

Ini merupakan kali pertama MusHome mengikuti kegiatan TEI dan semoga kami dapat kembali ikut event ini di tahun-tahun yang akan datang.

 

29 Oct 2019

Penasaran, Mengapa kami membuat Mushroom Explorer??

Mushroom Explorer adalah media belajar jamur yang mudah dan menyenangkan sehingga mushroom explorer merupakan permainan edukasi bagi anak-anak. Di era modern ini, permainan sudah beralih pada dunia digital seperti gadget merupakan salah satu permainan anak-anak yang sangat diminati. cahaya penggunaan gadget pada anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih di bawah 12 tahun, karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya.

Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari. Dan anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja perhari. Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan, memiliki risiko kesehatan serius yang bisa mematikan. Berikut bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian seperti :

1. Mengganggu pertumbuhan otak anak

Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.

2. Tumbuh kembang yang lambat

Tumbuh kembang fisik pada anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.

3. Obesitas

Penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak. 30% anak yang menderita obesitas, akan mengalami diabetes, hingga memiliki risiko tinggi stroke dini atau serangan jantung, serta usia harapan hidup yang rendah.

4. Kurang tidur

75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik saat tidur.

5. Kelainan mental

Penelitian di Bristol University  tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, dan perilaku bermasalah lainnya.

6. Sifat agresif

Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif pada anak.

7. Kecanduan

Ketika orang tua terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak pada akhirnya membuat mereka kecanduan teknologi, dan tidak bisa lepas darinya.

8. Pikun digital

Kecepatan konten di media, membuat anak memiliki attention span yang pendek. Dia jadi tidak fokus pada satu hal, dan mudah berganti fokus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori. Sehingga membuat anak susah memusatkan perhatian.

9. Radiasi emisi

Pada bulan Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gadget tanpa kabel lainnya dalam kategori Risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh alat tersebut.

Memberikan gadget pada anak memang jalan termudah untuk membuatnya diam, sehingga kita tidak terlalu repot menjaganya. Namun, setelah mengetahui bahaya penggunaan gadget pada anak ini, tentu orang tua tidak ingin  membiarkan tumbuh kembangnya terganggu karena paparan teknologi yang berlebihan. Sehingga bisa menjadi alasan kuat kenapa orang tua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun. Oleh karena itu, Mushroom Explorer hadir untuk menjadi media edukasi sekaligus media bermain yang mengasyikan bagi anak-anak.

Open chat
Pemesanan?
MusHome