Pelatihan Budidaya Jamur

Tahukah Anda bahwa jamur merupakan salah satu Superfood di Dunia karena kandungan gizinya. Menurut peneliti Budidaya Jamur Pangan Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr. Iwan Saskiawan, Jamur yang dibudidayakan di Indonesia memiliki nilai gizi yang tinggi bahkan jamur mengandung 19-35% protein lebih tinggi dibandingkan beras (7,38%) dan gandum (13,2%). Selain itu, Beliau menjelaskan bahwa budidaya jamur sangat berpotensi dikembangkan lebih luas lagi di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan. “Budidaya jamur sangat ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah sebagai media tanamnya yakni limbah kapas, merang, ampas aren dan serbuk gergaji. Bahkan sampahnya bisa dijadikan pupuk,” ungkapnya.

Selain itu, tekstur jamur yang menyerupai daging dan lezat membuat tanaman ini sering menjadi berbagai macam pangan olahan seperti keripik, rendang, sate, abon, bakso dan suplemen. Bahkan, negara lain sudah menggunakan jamur sebagai suplemen atau vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh. “Jamur mengandung zat yang mampu menangkal radikal bebas sehingga bila dikonsumsi secara tepat dapat menjaga daya tahan tubuh,” ujar Dr. Iwan.

Sekilas sejarah budidaya Jamur di Indonesia, jika ditinjau dari sejarahnya Indonesia sudah mengenal jamur sejak perang dunia kedua berlangsung, pada awalnya budidaya jamur dilakukan secara tradisional hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Semakin lama pembudidayaan jamur konsumsi menciptakan sebuah pekerjaan baru di bidang pertanian yang sebelumnnya belum dikenal mayarakat Indonesia. Karena mendatangkan keuntungan yang menggiurkan, budidaya dilakukan secara komersil pada tahun 1970-an. Budidaya jamur di Indonesia dimulai di daerah tinggi Dieng, wonosobo, Jawa Tengah, pada awalnya menggunakan bibit impor, lama-kelamaan sudah bisa membuat bibit sendiri. Hingga hari ini, bisnis budidaya jamur masih sangat diminati oleh masyarakat. Kenapa?? Ternyata ada beberapa alasannya:

  1. Budidaya jamur merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir ini jamur sudah mulai dikenal oleh masyarakat sebagai gaya untuk hidup sehat serta berbagai macam varian kuliner jamur yang enak menyebabkan permintaan jamurpun meningkat. Berdasarkan data yang dimuat di waralababisnis.com, permintaan pasar jamur terus meningkat, di tahun 2015 diperkirakan permintaan jamur mencapai 17.500 ton/tahun. Permintaan tersebut baru bisa terpenuhi 79% atau 13.825 ton masih ada kekurangan sekitar 21 % keadaan ini menunjukan bisnis jamur masih terbuka lebar.
  2. Masa panen budidaya jamur yang relatif singkat misal pada budidaya jamur tiram setelah 40 hari masa inkubasi maka sudah bisa dipanen setiap hari selama masa produksi 3 bulan. Hal ini dari segi bisnis sangat menguntungkan karena perputaran keuangan yang relatif cepat . Selain itu, untuk memulai bisnis bisa di mulai dengan modal kecil. Tips jika ingin memulai bisnis jamur pelajari ilmunya maka resiko kegagalan tergolong rendah.
  3. Meluasnya permintaan jamur di Indonesia walaupun permintaan yang besar masih berasal dari kota-kota besar, namun permintaan di kota-kota kecilpun meningkat. Permintaan jamur biasanya datang dari restoran khusus olahan jamur dan catering.

Gimana? Setelah mengetahui beberapa fakta mengenai kandungan nutrisi dan prospek budidaya jamur, jadi penasaran-kan semenarik apa sebenarnya budidaya jamur itu? Namun, rekan-rekan tidak perlu khawatir, karena kami dari Mushome akan buka-bukaan mengenai cara budidaya dan peluang yang sudah tersedia di depan mata sehingga rekan-rekan dapat mengambil peluang tersebut dan mengurangi resiko kegagalan sebelum memulai usaha budidaya jamur. Tunggu apalagi?? Buat yang penasaran langsung aja hubungi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »