Jenis-jenis Jamur Pangan yang Ada Di Indonesia

Jenis-jenis jamur pangan yang ada di Indonesia

Di dunia ini ada beragam jenis jamur yang aman dikonsumsi oleh manusia. Di setiap belahan dunia mengenal jamur pangan yang khas di wilayah tersebut. Di beberapa negara Eropa, jamur-jamur pangan yang dikembangkan diantaranya jamur kancing atau champignon (Agaricus Bisporus), jamur portabella yang masih berkerabat dengan jamur kancing, jamur kuda (Agaricus Arvenis), dan jamur tiram (Pleorotus Ostreatus). Sementara jamur yang diambil dari alam liar seperti jamur Truffle (Tuber Melanosporum) yang merupakan jamur termahal di dunia. Di belahan bumi timur, dikenal jamur pangan seperti jamur enoki (Flammulina Velutipes), jamur shimeji (Hypsizygus Tessellatus), jamur eringii (Pleorotus Eryngii) dan jamur matsutake (Tricholoma Matsutake) yang masih belum bisa dibudidayakan.

Budidaya jamur pangan di Indonesia sebetulnya sudah berkembang sejak lama dan setiap jenis jamur memiliki sentranya masing-masing. Jamur merang misalnya banyak dibudidayakan di kabupaten Karawang sementara jamur tiram banyak di budidayakan di daerah dataran tinggi seperti kabupaten Bandung Barat, Bogor, dan Malang. Berikut ini adalah daftar jamur pangan yang sudah umum dibudidayakan di Indonesia

a. Jamur merang

Jamur merang di Indonesia umumnya dipanen sebelum daunnya mekar sehingga tampak masih berupa kuncup. Warnanya abu-abu dan ada sedikit semburat gelap. Tekstur tubuh jamurnya kenyal dan lunak. Umumnya jamur merang dimasak dalam masakan Cina, tumisan, isi sup dan pepes jamur. Kisaran harga jamur merang di rentang 30 ribu rupiah

 

b. Jamur kuping

Tubuh buah jamur kuping sekilas menyerupai daun telinga, dari bentuknya inilah namanya berasal. Warna jamur kuping yang umum dijual adalah cokelat gelap namun ada juga yang berwarna putih. Teksturnya mirip jeli dan kenyal namun cukup liat. Jamur kuping juga banyak dimasak menjadi hidangan Cina. Oleh bandar, jamur kuping dibeli dengan kisaran 8 – 9 ribu rupiah.

 

 

c. Jamur kancing

Jamur kancing atau champignon berbentuk hampir bulat sempurna dan jika dilihat dari atas nampak seperti kancing baju. Umumnya bewarna putih bersih, krem atau cokelat muda. Jamur kancing dipanen sewaktu masih berdiameter 2-4 centimeter. Jamur kancing banyak dimasak menjadi isi sup, topping pizza dan campuran masakan daging maupun seafood. Harga jamur kancing di tingkat pembeli bisa mencapai 40 ribu per kilonya.

 

d. Jamur tiram

jamur tiram khususnya yang berwarna putih adalah jamur yang paling banyak dibudidayakan di dalam negeri. Bentuknya mirip cangkang tiram, hewan sejenis kerang, dan memiliki tekstur yang lembut dan lunak. Di dalam negeri sudah banyak diolah menjadi beragam jenis makanan seperti kripik, nugget dan baso. Harga pasaran jamur tiram putih berkisar di angka 15 ribu rupiah.

 

e. Jamur ling zhi

Jamur ling zhi sebenarnya bukan jamur yang bisa dimakan sebagai makanan harian. Jamur ini lebih banyak dijadikan obat karena kandungan beragam asam seperti asam oleat ganodesterone, asam ganoderma, asam lucidenic, dan asam ganoderic. Semua asam ini ini memberikan efek penyembuhan. Tidak seperti jamur lain pada daftar ini, jamur ling zhi memiliki tektur yang keras, bewarna coklat mengkilap dan tumbuh sangat lama, bisa mencapai 6 bulan sebelum siap panen. Meski membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh, jamur ling zhi yang sudah dikeringkan bisa mencapai 100 ribu rupiah per 100 gram.

 

Jamur lingzhi

Nah itulah jamur pagan yang umum dibudidayakan di Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »