Limbah Jamur di Ekonomi Sirkuler

Transisi ekonomi telah terjadi belakangan ini. Sektor agrikultur, terutama limbah tidak lagi dilihat sebagai sampah, melainkan sebuah sumber daya tersendiri. Seperti contoh,0.25 miliar sampah yang terdapat di Cina pada tahun 2009 seharusnya dapat dimanfaatkan.  Material lignocellulosic yang ada di sedotan dapat di konversikan menjadi energi terbarukan.

Jamur merepresentasikan 63 miliar dollar Amerika Serikat pada tahun 2013. Dalam skala global, konsumsi jamur telah meningkat dari 1 kg hingga 4.7 kg selama periode 1997-2013. Jamur dikategorikan sebagai pangan sehat dimana mereka memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia, dimana banyak sekali usaha yang menggunakan jamur sebagai bahan utamanya. Mushome.id menjadi salah satu pelopor keripik jamur di kota Cimahi, Indonesia.

Yang menjadi masalah adalah limbah jamur yang dihasilkan selama 1 siklus. Dalam 1 kg jamur segar, limbah yang diproduksi adalah 5 kg. Sampah tersebut sebenarnya memliki banyak manfaat. Yuk kita cari tahu lebih dalam!

Lantas.. Untuk Apa Limbah Tersebut?

Limbah jamur dapat digunakan sebagai material untuk membuat energi. Limbah ini digunakan sebagai bahan bakar (combustion) dikarenkan bisa berjalan sendiri dan panas yang dihasilkan dapat menjadi energi. Hal tersebut dikarenakan limbah jamur mengandung banyak bahan organic yang dengan mudah menghasilkan energi. Limbah tersebut tidak secara langsung dapat dikonversi menjadi energi. Tetapi, harus melewati beberapa proses dulu barulah terbentuk energi yang kita sebut dengan biofuel.

Agrikultur modern sangat bertergantungan dengan pupuk mineral. Produksi dari mineral tersebut dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan pupuk nitrogen menggunakan lebih dari 50% energi. Selain itu, pupuk inorganic dapat mengurangi nutrisi dan kapasitas penyerapan air dalam tanah. Limbah jamur dapat digunakan sebagai kompos. Meskipun pupuk inorganic lebih unggul dalam kadar nitrogen, phosphor dan potassium, tetapi limbah jamur dapat memperlambat kerusakan tanah. Selain itu, dapat meningkatkan material organic dalam tanah, aktivitas mikroba baik dan mengurangi kerusakan tanah. Dalam suatu studi, dilaporkan bahwa terjadi peningkatan panen dari barley sebesar 50% apabila menggunakan limbah jamur.

Selama ini, Uni Eropa sangat bergantung dengan pakan ternak impor (70%). Uni Eropa sedang mencoba mengurangi ketergantungan ini dengan mencari sumber lain. Produk yang dihasilkan dari kultivasi jamur dapat digunakan langsung sebagai pakan ikan, unggas, babi dan sapi. Riset menunjukan bahwa ternak yang diberikan pakan yang dicampur limbah jamur menunjukan kenaikan nutrisi dan berat pada ternak.

Selama ini, plastik komersil selalu dibuat dengan minyak mentah dan gas alam. Kita semua tahu bahwa plastic membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terdegradasi sehingga mencemari lingkungan. Diperlukan alternatif plastic yang dapat mengurangi kerusakan lingkungan secara signifikan. Mycelium yang terdapat pada jamur dapat berfungsi sebagai bahan pembuat plastic dikarenakan material mereka yang bersifat seperti polimer.

Gambar 1. Potensi Produk Hasil Kultivasi Jamur

Apa yang harus dilakukan?

Nah, ternyata banyak sekali kegunaan dari limbah jamur yang selama ini kita anggap sampah. Ternyata dapat dimanfaatkan dalam pembuatan banyak bahan. Oleh karena itu, riset harus dilakukan untuk memanfaatkan limbah tersebut. Kalau itu terlalu susah, kalian bisa mulai dengan mencoba mengonsumsi makanan berbasis nabati (plant-based). Hal tersebut juga efektif dan lebih mudah untuk dilakukan.

Sumber: Applied Microbiology and Biotechnology volume 102, pages 7795–7803 (2018)
Image by:istockphoto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »