Jamur Yang Tidak Bisa Dimakan dan Beracun

Beberapa jenis jamur yang tidak bisa dimakan dan bahkan beracun. Beberapa jenis jamur lainnya bisa dimakan dan baik untuk Kesehatan tubuh.

 

Jamur salah satu tanaman unik yang memiliki heterotroph dan klorofil. Jamur hidup dengan cara menyerap zat dari tumbuhan sekitarnya. Jamur merupakan salah satu makanan yang kaya akan manfaat bagi Kesehatan butuh. Namun terdapat beberapa jenis jamur yang tidak boleh dimakan dan bahkan memberi efek samping terhadap Kesehatan. Namun sebelum mengetahui jenis-jenis jamur yang tidak bisa dimakan, terlebih dahulu kita mengenal ciri-ciri jamur yang tidak bisa dimakan.

 

Ciri-ciri jamur yang tidak bisa dimakan serta beracun.

  1. Warna batangnya bervariasi seperti merah, kuning, putih, hitam dan bahkan jingga.
  2. Beraroma bau atau lebih dikenal dengan aroma ammonia.
  3. Biasanya terdapat bentuk cincin atau cawan di pangkal tubuh jamur.
  4. Hidup di tempat kotoran.
  5. Terdapat noda hitam atau biru jika dibelah dengan pisau stainless.
  6. Sering terjadi perubahan warna setelah dimasak.

 

Setelah mengetahui ciri-ciri, berikut beberapa jenis jamur yang tidak bisa dimakan serta beracun. Namun pada kesempatan ini kita akan dikenalkan dengan beberapa jenis jamur beracun yang sering muncul dilingkungan kita. pada dasarnya ada banyak jenis jamur beracun. Namun diartikel ini mewakili beberapa jenis jamur yang tidak bisa dimakan dan sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Jamur Morel Palsu

Pixabay.com

Morel palsu beracun. Morel asli baik dikonsumsi.

Dinamakan dengan morel palsu karena jenis jamur yang tidak bisa dimakan ini hampir mirip dengan morels sejati yang dapat dimakan. Sehingga kita harus berhati-hati dan pandai membedakan antara morel paslu dengan morel asli. Kandungan senyawa kimia jenis monomethyl hydrazine (MMH) memberikan efek muntah, pusing hingga menyebabkan kematian. MMH dikonfirmasi bersifat karsinogenik yaitu sifat dari zat yang dapat menimbulkan kanker.

 

Jamur Payung Maut

pixabay.com

Nama jamur menunjukkan efek samping dari jamur ini sendiri.

Mendengar kata-kata maut saja sudah mengerikan, apa lagi memakannya. Jenis jamur ini paling beracun dan efek sampingnya mematikan. Dalam istilah Bahasa inggris, jamur ini dikenal dengan sebutan death cap dan dapat ditemua diberbagai daerah. Namun perlu kehati-hatian membedakan antara jenis jamur payung maut dengan jamur Jerami padi. Dari segi bentuknya kedua jenis jamur ini hampir sama, hanya saja jenis jamur payung maut beracun sedangkan jamur Jerami pada bisa dikonsumsi. Senyawa yang terkandung dalam jamur payung maut diantaranya jenis senyawa toksik amatoxin. Efek samping senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal bagi yang mengkonsumsinya.

 

Jamur Skullcap Musim Gugur

Pixabay.com

Jamur Skullcap banyak ditemukan di Eropa, Amerika hingga Asia.

Sesuai dengan Namanya, jenis jamur yang tidak bisa dimakan ini biasanya tumbuh pada saat musim gugur. Jamur ini sangat senang tumbuh di atas kayu mati. Senyawa yang terkandung dalam jamur Skullcap ialah sangatoxin. Efek samping bagi mereka yang menkonsumsi jamur ini ialah kerusakan pada organ tubuh seperti hati hingga menyebabkan kematian. Sebelum mengkonsumsi jamur, ada baiknya kita bijak memahami mana yang baik dimakan dan mana yang tidak baik dimakan.

 

Jamur Malaikat Penghancur

pixabay.com

Sama halnya seperti malaikat yang mencabut nyawa manusia.

Jamur yang dikenal dengan sebutan the destroying angle atau malaikan penghancur termasuk salah satu jamur yang tidak bisa dimakan dan beracun. Kandungan dosis amatoxin yang sangat mematikan membuat siapa saja yang mengkonsumsi merasakan efek samping sangat fatal. Pasalnya gejala awal yang dirasakan seperti diare, kejang, muntah dan kram hingga kerusakan ginjal serta jaringan hati. Jamur ini biasanya dapat ditemukan di hutang yang tanahnya berlumut baik dimusim panas maupun musim gugur.

 

Jamur Fly Agaric

Pixabay.com

Jamur dengan warna merah merona namun berefek buruk bagi Kesehatan.

Dari segi tampilan saja sudah menunjukkan bahwa jamur ini beracun.  Ciri-ciri jamur ini identic dengan warna merah, seperti topi dilengkapi bintik-bintik putih. Kandungan senyawa yang beracun ialah muscimol dan asam ibotenic yang dapat mengganggu sistem saraf, denyut jantung dan mulut kering. Efek lainnya bisa koma, muntah dan diare. Jangan sampai tertipu dengan bentuknya yang cantik dengan warna merah bitnik putih. Sebab jamur Fly Agaric sangat beresiko buruk bagi siapapun yang mengkonsumsinya.

 

Bagaimana cara menemukan jamur yang bisa dikonsumsi serta baik untuk Kesehatan?

Salah satu rekomendasi produk jamur di Indonesia yang sudah medapat izin dari lembaga terkait serta teruji secara klinis penggunaan jamur sebagai bahan produksi menjadi varian cemilan. Salah satunya yaitu varian produk jamur dari Mushome. Varian produk diantaranya mushome kaldu jamur, bon mushome, mushome chips, mushome nugget dan produk lainnya.

 

Sumber: Bacaterus detik.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »