Jamur Tiram dan Teknologi Pengemasan

Pada zaman ini, teknologi sudah sangat maju. Hampir seluruh sektor pekerjaan memanfaatkan teknologi yang telah berkembang pesat ini. Tak terkecuali pada pabrik makanan. Sekarang, terdapat jenis kemasan baru Modified Atmosphere Packaging (MAP). MAP sendiri merupakan teknologi pengemasan yang bekerja dengan cara mengatur kadar karbon dioksida dan oksigen dalam kemasan tersebut sehingga dapat memperlambat pembusukan. Selain itu, zat antimikroba dapat ditambahkan ke dalam kemasan tersebut untuk meningkatkan efektivitasnya.

Jamur tiram merupakan jamur ketiga yang paling sering diproduksi dan dikonsumi oleh umat manusia di seluruh dunia. Jamur ini mengandung kandungan vitamin, serat, mineral, protein dan 9 asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh kita. Tentu, dibalik keindahan nutrisinya, pasti ada hal yang kurang. Jamur tiram memiliki umur simpan yang sangat pendek yaitu hanya bertahan 1-3 hari pada suhu ambien. Umur simpan yang rendah, dan digabung dengan kadar air jamur yang tinggi dan respirasi sel yang cepat mengakibatkan jamur sangat rentan untuk busuk.

Demi memperoleh hasil yang maksimal, dilakukanlah sebuah penelitian untuk melihat atribut kualitas dari jamur tiram tersebut setelah dikemas menggunakan MAP. Warna, cemaran mikroba dan uji sensoris merupakan parameter yang diujikan oleh ilmuwan untuk melihat keefektifan dari kemasan ini.  Tiga kadar oksigen diujikan untuk melihat mana yang terbaik. Kadar oksigen tinggi, sedang, dan rendah.

Warna

Ibu-ibu yang sering berbelanja ke pasar maupun supermarket pasti tahu warna asli dari jamur tiram segar. Selama proses penyimpanan, warna tersebut akan terus berubah menjadi kuning kecoklatan dan akan terus menggelap setelah 15 hari disimpan dengan teknologi pengemasan MAP. Hal ini terjadi dikarenakan ada reaksi enzim dan hilangnya air yang memicu hal tersebut, Jadi, untuk mengetahui mana yang masih segar bisa dilihat saja dari warnanya saja. Tidak perlu analisis yang sampai menggunakan alat laboratorium

Cemaran Mikroba

Secara umum, jamur busuk dikarenakan bakteri. Bakteri dalam jamur tiram sama seperti manusia. Mereka membutuhkan oksigen untuk dapat tumbuh dan berkembang sehingga menjadi banyak. Oleh karena itu, kemasan dengan kadar oksigen yang kecil dan ditambah dengan zat antimikroba sangat menghambat pertumbuhan bakteri.

Penerimaan Produk

Terkait dengan kualitas dari jamur tersebut, baik dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur. Masyarakat masih bisa menerima jamur yang dikemas dengan teknologi pengemasan hingga hari ke 15.  Masyarakat masih memberikan nilai 6 pada seluruh jamur dengan perlakuan berbeda. Setelah 21 hari, sudah banyak yang berubah sehingga tidak lagi bisa diterima oleh masyarakat.

Gambar 1. Tingkat Penerimaan Konsumen

Dapat dipastikan bahwa seiring dengan berkembangnya teknologi, maka pengemasan pun ikut berkembang untuk memastikan bahwa kita mengonsumsi makanan yang sehat, lezat, aman dan bergizi. Terbukti dengan teknologi pengemasan MAP, umur simpan jamur dapat diperpanjang hingga 11 hari maksimal sehingga akan banyak orang yang bisa mengonsumsi lezatnya jamur. Selain jamur segar, kalian juga bisa mengonsumsi keripik jamur yang sehat yang bisa kalian temukan di mushome.id. Kami juga menggunakan teknologi pengemasan sehingga produk kami bisa bertahan lama pula!

Sumber: Food Packaging and Shelf Life, Volume 23, March 2020, 100451
Image by:unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »