Polusi Udara? Tidak Masalah!

Kalau kalian berpikir jamur merupakan tanaman yang minim faedahnya. Yang biasanya kalian temukan di rak sayuran di supermarket. Maka kalian harus berpikir kembali. Sebenarnya, jamur memiliki potensi yang bagus untuk membantu mengurangi polusi di bumi yang jumlahnya sudah tidak terbendung lagi.

Lantas, bagaimana cara jamur mengurangi polusi di muka bumi? Jamur memiliki miselia atau “akar” yang tanpa kalian sadari bisa meregenerasi hutan tanpa bantuan dari manusia. Jamur tumbuh dan berkembang dengan cara memecah komponen organic dari tanaman dan material yang terbuat dari kayu. Tetapi sekarang kita tahu bahwa lebih dari itu yang mereka bisa pecah. Jamur telah ada lama sebelum kita ada dan telah secara alami menjaga keseimbangan gas yang ada di planet kita. Jadi, sebenarnya, apa saja yang bisa dilakukan oleh jamur dalam mengurangi polusi?

Menjernihkan Air Yang Tercemar

Air merupakan komponen yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Tanpa air kita tidak akan mungkin hidup hingga saat ini. Tetapi, belakangan ini, mulai terjadi krisis air bersih sehingga banyak warga di belahan bumi ini tidak mendapatkan akses air bersih yang layak. Sekarang, terdapat 785 juta orang yang (1/10 total populasi dunia). Mycofiltration, atau filtrasi dengan memanfaatkan struktur myco dari jamur merupakan cara untuk memecah polusi yang ada di air dan menjadikan polusi tersebut bahan makanan dari jamur tersebut. Dengan begitu, sumber air dapat terjaga kebersihannya. Sungai di Chicago merupakan sungai yang menerapkan mycofiltration untuk menghilangkan bakter E. coli sehingga aman bagi manusia.

Menghilangkan Logam Berat Dalam Tanah

Berkembangnya sektor industrialisasi telah menyebabkan tanah terkontaminasi oleh timbal, cadmium, nikel, arsen, dan lainnya. Logam tersebut sangat beracun dan dapat membahayakan kita karena logam tersebut akan diserap oleh akar tumbuhan, di makan oleh binatang ternak atau aspek lainnya dalam rantai makanan. Proses penyerapan logam oleh jamur disebut dengan biosorption oleh mycelium yang ada pada jamur. Selain itu, setelah logam tersebut dipecah oleh jamur, nutrisi yang diperoleh dari jamur dapat kembail ke tanah lagi dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang sedang tumbuh di ladang tersebut.

Mendegradasikan Plastik & Limbah Lainnya

Meskipun dari detik ini seluruh penduduk bumi sepakat untuk memberhentikan produksi plastic, tetap saja jumlah plastic yang ada sekarang masih teralu bergunung-gunung. Pada tahun 2016, 242 juta ton limbah plastic diproduksi oleh seluruh manusia dan belum terurai secara sempurna. Plastic juga biasanya hanya digunakan sekali kemudian dibuang atau dialih fungsikan menjadi tempat sampah lalu dibuang. Apabila dibakar, asap tersebut dapat menghasilkan 5.9 juta metric tons karbon dioksida. Selain itu, partikel plastic sangatlah kecil sehingga bisa menggangu aktivitas biota air. Ikan bisa memakan partikel tersebut dan apabila kita konsumsi, maka plastic tersebut masuk ke tubuh kita.

Reforestasi

Jamur memiliki hubungan symbiosis mutualisme yang baik dengan tumbuhan. Jamur tumbuh pada akar-akar tumbuhan yang menjalar ke tanah. Sehingga membantu penyerapan nutrisi dan air. Selain itu, dengan tumbuhnya jamur, maka akar tersebut akan terlindungi secara fisikawi dan kimiawi dari infeksi dan penyakit. Perlu kalian tahu, dinding sel jamur yang paling tebal hanyalah setebal 1 dinding sel. Tetapi dapat menghalangi berbagai jenis bakteri yang beragam jenisnya untuk menyerang pohon.

Jadi itulah, jamur ternyata tidak hanya dapat diolah menjadi makanan saja, tetapi juga berfungsi untuk mengurangi polusi yang ada di dunia. Jika mereka bisa membersihkan bumi, bayangkan apa yang mereka dapat lakukan ke tubuh kalian!

Sumber:realmushrooms.com
Image by: unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »