Jamur, Pangan Fungsional Pasca Covid 19

Wabah Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 menimbulkan kekacauan di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia sendiri. Hal ini memicu kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kesehatan tubuh untuk terhindar dari penyakit. Cara yang paling mudah adalah dengan meningkatkan sistem imun tubuh. Sistem imun yang kuat, akan menurunkan potensi terserang oleh penyakit yang disebabkan oleh virus. Untuk meningkatkan sistem imun sendiri tergolong mudah dengan cara istirahat yang cukup, aktif berolahraga, serta makan makanan sehat dan seimbang. Pangan fungsional merupakan pangan yang kandungan bioaktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Jamur dapat menjadi salah satu pangan fungsional karena mengandung zat gizi yang tinggi serta komponen bioaktif yang berlimpah untuk membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Jenis jamur yang dapat kita konsumsi berada pada kisaran 600 jenis, 200 jenis sudah dimanfaatkan dan 35 sudah dibudiyakan secara komersil. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No 511/2006, terdapat 6 jenis yaitu; jamur lingzhi, jamur kancing, jamur merang, jamur shiitake, jamur kuping,dan jamur tiram. Di Indonesia sendiri, lokasi produksi jamur tersebar di Jawa Barat seperti Bandung, Cimahi, Cianjur, Cirebon, Jawa Tengah, Bali, dan Aceh.

Jamur untuk Meningkatkan Sistem Tubuh

Seperti yang kita ketahui, pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi serta mengandung bahan aktif imonologi. Bahan tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah penyebaran virus dalam tubuh. Dalam beberapa penelitian terpublikasi, jamur pangan memiliki potensi menjadi pangan fungsional.

Kandungan nutrisi yang terdapat pada jamur memiliki banyak potensi sehingga dapat dikategorikan sebagai pangan fungsional. Pertama, jamur memiliki antioksidan yang berfungsi membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas, penuaan serta meningkatkan sistem imun. Kedua, jamur mengandung beta glucan yang merupakan serat untuk menjaga Kesehatan jantung dan mengatur gula darah dalam tubuh. Ketiga, jamur mengandung berbagai jenis Vitamin Byang baik untuk Kesehatan jantung. Keempat mengandung zat tembaga untuk menstimulasi produksi sel darah merah dan menjaga Kesehatan syaraf.Terakhir, mengandung kalium untuk membantu kinerja otot, jantung serta saraf.

Salah satu olahan jamur yang menguntungkan adalah kaldu jamur. Manfaat dari jamur tersebut akan meningkat secara drastis dikarenakan lebh mudah diserap oleh tubuh. Kaldu jamur dapat mengurangi kolestrol jahat, melindungi hati serta memiliki komponen antihipertensi, antikosidan, antidiabetik dan antivirus.

Memperoleh kaldu jamur di Indonesia sendiri tidaklah sulit. PT Yasa Jamur Sriwijaya, atau Mushome meluncurkan produk kaldu jamur yang terbuat dari jamur tiram segar dan bahan-bahan pilihan lainnya serta tidak mengandung MSG. Sehingga produk yang dihasilkan sudah pasti berkhasiat dan menyehatkan karena tidak menggunakan bahan tambahan pangan. Selain itu, harganya yang terjangkau dapat menjadikan produk ini sebagai alternatif dari kaldu ayam atau sapi.

Sumber: Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, Vol 6 No 1
Gambar diperoleh dari mushome.id dan canva.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »