Pupuk Organik Dari Limbah Jamur Merang

Untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, pemerintah dan dinas pertanian membatasi penggunaan pupuk anorganik dan bahan kimia lainnya. Pemberian kedua bahan tersebut akan merubah lahan pertanian secara signifikan. Menurut Kardinan (2016), Indonesia sendiri kaya akan bahan organic dimana bahan tersebut dapat memperbaiki sifat biologis, fisika dan kimia dari tanah. Pupuk organik menjadi salah satu alternatif pengganti pupuk anorganik dan bahan kimia yang digunakan untuk pertanian.

Pupuk organic sendiri merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organic. Secara ilmiah, pupuk ini didefinisikan sebagai pupuk yang terbuat dari semua jenis bahan organic yang berasal baik dari tumbuhan atau hewan yang dirombak sedemikian rupa sehingga menjadi hara bagi tanaman. Unsur hara makro berupa Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang dapat mempercepat pertumbuhan vegetative dari tanaman yang bersangkutan. Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organic yang merupakan bentuk padat. Manfaat dari kompos sendiri adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, respirasi serta pH tanah.

Limbah jamur merang dapat dialokasikan menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik berbentuk kompos dikarenakan mengandung gizi yang baik untuk tanah serta limbah tersebut dapat menghasilkan kompos berkualitas sesuai dengan syarat mutu kompos organic yang tertera pada SNI 19-7030-20. Kualitas dari kompos berbahan baku limbah jamur merang dapat dilihat pada gambar dibawah.

Hasil

Pada prakteknya, dilakukan beberapa rancangan acak lengkap untuk menentukan konsentrasi pupuk organik terbaik yang kemudian dilakukan uji secara statistik. Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan nyata atau tidak. Untuk parameter yang diujikan adalah tinggi, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, dan lebar daun.

Pupuk organik, menghasilkan tanaman dengan kualitas parameter yang lebih baik. Hal tersebut dikarenakan pupuk organik membantu tanaman mendapatkan nutrisi yang diperlukan.Pertambahan tinggi tanaman dibantu oleh adanya unsur hara yang terkandung dalam tanah sehingga tanaman dapat membelah dan memanjangkan selnya. Hal ini juga berlaku sama untuk jumlah daun yang dihasilkan oleh tanaman.Terkait dengan diameter batang, unsur Fosfor (P) sangat berpengaruh untuk meningkatkan diameter batang karena batang sendiri merupakan akumulasi pertumbuhan tanaman. Lebar dan panjang daun ditunjang oleh adanya unusr Nitrogen (N) dalam tanah. Nitrogen membantu proses pembentukan daun karena berperan penting dalam siklus fotosintesis tumbuhan. Sehingga lebar dan panjang daun pun akan bertambah untuk mengoptimalkan proses fotosintesis pada tanaman.

Pupuk organik juga lebih sehat dikarenakan tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan tanaman selama proses produksi. Oleh karena hal tersebut, tanaman yang dihasilkan kaya akan nutrisi dan kita sebagai konsumer juga tidak perlu takut apakah tanaman ini akan menimbulkan efek jangka panjang atau tidak.

Kesimpulan

Intinya, produsen atau cultivator yang bergerak dalam jamur merang sebaiknya tidak membuang limbah jamurnya. Limbah jamur, sebaiknya diolah menjadi pupuk organik sederhana dikarenakan dapat membantu proses pertumbuhan tanaman dengan cukup signifikan dan juga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, produsen jamur merang juga dapat meningkatkan pendapatan apabila pupuk organik ini dijual ke petani dengan harga yang terjangkau sehingga petani menggunakan pupuk ini untuk menciptakan hasil tani yang lebih sehat. Untuk menghasilkan limbah yang berkualitas, tentu memerlukan proses budidaya yang berkualitas pula. Cara untuk budidaya jamur dengan baik dapat kalian lihat pada link ini.

Sumber: PASPALUM Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 10 No. 1 Bulan Maret Tahun 2022
Image by: unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »