SIMAK! Cara Sederhana Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu budidaya jamur yang cocok dilakukan oleh para pemula. Tak aneh apabila budidaya jamur tiram ini dijadikan sebagai alternatif bagi mereka yang ingin menghasilkan penghasilan tambahan. Selain mudah untuk dipraktikkan, kini berbagai produk olahan terutama makanan yang berbahan dasar dari jamur tiram pun kian bervariatif, mulai dari makanan berat hingga makanan ringan.

Bukan hanya di pedesaan, kini budidaya jamur pun bisa dilakukan di mana saja. Mengingat dari budidaya jamur tiram itu sendiri tidak terlalu memakan ruang yang besar dan tidak terlalu membutuhkan sinar matahari yang terik. Bahkan dengan sinar matahari yang minim pun jamur tiram masih bisa tetap tumbuh. Selain itu, terdapat berbagai macam jenis dari jamur tiram, seperti jamur tiram putih, abu-abu, cokelat, dan emas. Namun, dari berbagai macam jenis jamur tersebut, yang paling diminati ialah jenis jamur tiram putih.

Bagi kalian para pemula yang tertarik dengan budidaya jamur khususnya jenis jamur tiram, berikut merupakan beberapa tahapan yang cukup sederhana untuk memulai budidaya jamur tiram.

Mencari Bibit Jamur

Untuk memulai budidaya jamur, yang perlu pertama kali dilakukan ialah menyiapkan bibit jamur itu sendiri. Hasil panen yang berkualitas biasanya dipengaruhi oleh bibit jamur yang berkualitas pula. Selain itu, keberhasilan panen pun sebagian besar dipengaruhi oleh kualitas bibit jamur. Maka dari itu, baiknya mencari bibit jamur di tempat yang sudah terpercaya.

Siapkan Kumbung

Istilah kumbung mungkin cukup jarang didengar, terkhusus bagi mereka yang baru memulai budidaya tumbuhan khususnya jamur tiram. Kumbung merupakan sebutan dari rumah jamur dan biasanya dijadikan sebagai tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Baglog merupakan media tanam untuk menyimpan bibit jamur tiram.

Kumbung biasanya terbuat dari bahan yang bisa menjaga suhu dan kelembapan yang baik seperti bambu dan kayu. Diding kumbung bisa terbuat dari papan, atapnya dari genteng, dan dasarnya tetap menggunakan tanah agar memudahkan ketika jamur disiram. Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi bertingkat yang berfungsi untuk menyimpan baglog. Bersihkan terlebih dahulu kumbung yang akan digunakan dengan pengapuran dan penyemprotan menggunakan fungisida di bagian dalam kumbung. Kemudian, diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.

Menyiapkan Baglog

Baglog merupakan media tanam yang digunakan untuk meletakkan bibit jamur tiram. Biasanya bahan utama dari baglog untuk budidaya jamur tiram terbuat dari serbuk gergaji. Serbuk gergaji tersebut dibungkus oleh plastik berbentuk silinder dan di salah satu ujungnya dilubangi. Dari lubang tersebut nantinya jamur tiram akan timbul.

Merawat Baglog

Sebelum menyusun baglog, baiknya buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglognya dan diamkan selama 5 hari. Kemudian, lakukan penyiraman untuk melembapkan suhu ruangan. Setelah itu, potong ujung baglog agar memudahkan jamur tumbuh besar dan diamkan selama 3 hari tanpa penyiraman. Cukup siram pada bagian dasar saja dengan menggunakan sprayer agar siraman tersebut berbentuk kabut bukan tetesan air sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Suhu ruangan yang baik untuk budidaya jamur biasanya pada suhu kisaran 16-24 derajat celcius.

Panen Jamur

Apabila baglog yang digunakan sudah ditutupi oleh miselium secara sempurna, hal tersebut menandakan bahwa jamur tiram sudah siap dipanen. Biasanya terjadi dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu setelah pembukaan tutup baglog.

Sumber: liputan6.com
Image by istockphoto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »