Mushroom at Home
Alamat
Kompleks Ranting Pesona blok A1-7. Kota Cimahi
Telepon
0895347020357
27 Mar 2019
Awas! Jamur dan penyakit ini mengintai mereka yang malas mandi

Awas! Jamur dan penyakit ini mengintai mereka yang malas mandi

Awas! Jamur dan penyakit ini mengintai mereka yang malas mandi

Seringkali, jika udara sedang dingin, banyak orang malas untuk segera mandi dan membersihkan tubuhnya.

Beberapa orang yang kelewat malas bahkan sampai memilih tidak mandi dan langsung berangkat ke kantor.

Meski seperti sepele. Kebiasaan tidak mandi adalah kebiasaan jorok, walaupun sudah menggunakan parfum atau deodoran untuk menghilangkan bau badan.

Menurut salah satu artikel di TwentyTwoWords, secara alami tubuh manusia dihuni 1.000 jenis bakteri dan 40 jenis jamur.

Jika ada orang yang jarang mandi, bakteri dan jamur tadi akan berkembangbiak dengan cepat dan dapat membahayakan kesehatan jika sampai masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori kulit atau mulut dan hidung.

Jika jamur dan bakteri sudah menumpuk di kulit, akan menimbulkan rasa gatal. Kulit yang terjangkit jamur lama-lama akan rusak dan bisa meninggalkan bekas.

Meski tidak semua bakteri berbahaya, ada beberapa jenis bakteri yang menghasilkan bau tidak sedap yang membuat orang-orang tidak nyaman berdekatan dengan kalian.

Mandi secara rutin bisa mengurangi resiko kita terjangkit penyakit. Mandi menggunakan air hangat juga dikatakan bisa melepaskan kepenatan setelah aktifitas padat seharian loh.

Nah, yuk kita jaga kebersihan tubuh kita dari bakteri dan jamur penyakit.

Blog sebelunya Blog lainnya

15 Jan 2019
Ustilago Maydis Hama Jagung yang Dinantikan Petani Jagung

Ustilago Maydis Hama Jagung yang Dinantikan Petani Jagung

Ustilago Maydis Hama Jagung yang Dinantikan Petani Jagung

Kalau mendengar kata hama, pastinya yang muncul dipikiran adalah serangga, mamalia atau bahkan fungi yang merusak tanaman. Namun di Meksiko, hama yang satu ini justru disyukuri kedatangannya. Ya, Ustilago Maydis atau lebih dikenal sebagai Huitlacoche di negeri tortilla ini adalah jamur yang menyerang bongkol jagung yang siap dipanen.

Ustilago Maydis sudah dikenal pada masa kerajaan Aztec berdiri. Orang-orang Aztec memakan “hama” ini sebagai salah satu makanan pokok mereka. Biasanya Ustilago Maydis dimakan bersama tamale atau dijadikan stew.

Masyarakat modern Meksiko menggunakan jamur ini di berbagai makanan keseharian mereka seperti tortilla, quesadilla, enchilada, dan lainnya.

Ustilago Maydis Hama Jagung yang Dinantikan Petani Jagung

Ustilago Maydis disukai karena teksturnya yang halus, rasa yang masih mirip jagung namun lebih gurih.

Ada fakta menarik mengenai jamur Ustilago Maydis ini. Jamur ini mengandung protein dalam jumlah tinggi, lebih tinggi dari jagung yang menjadi inangnya. Sementara di dunia jamur sendiri, Ustilago Maydis adalah salah satu yang paling tinggi kandungan proteinnya.

Selain itu, Ustilago Maydis juga mengandung asam amino lisina, gizi yang sangat sedikit terdapat di jagungnya sendiri.

Beberapa tahun terakhir, Ustilago Maydis semakin dikenal di dunia karena strategi rebranding yang menyebut jamur hama ini sebagai jamur Trufflenya Meksiko. Nah, kalau jamur Trufflenya Indonesia jamur apa ya?

Ustilago Maydis Hama Jagung yang Dinantikan Petani Jagung

Artikel Jamur Artikel Lainnya

07 Jan 2019
Lactarius indigo Jamur Biru Meksiko yang Memang Biru!

Lactarius indigo Jamur Biru Meksiko yang Memang Biru!

Lactarius indigo Jamur Biru Meksiko yang Memang Biru!

Meksiko adalah rumah bagi banyak keanekaragaman hayati. Salah satu keunikan hayati Meksiko adalah Lactarius indigo, atau jamur susu biru. Meski memiliki warna yang tidak biasa ditemukan di alam liar, jamur susu biru termasuk jamur yang aman dikonsumsi.

Masyarakat Meksiko sudah lama mengenal jamur ini dan banyak digunakan dalam masakan Meksiko seperti quesadilla, sopes dan huarache. 

 

Warna biru sebetulnya sangat jarang ditemukan pada bahan makanan, menjadikan jamur dengan nama latin Lactarius indigo ini "indigo" yang berbeda dengan warna bahan makanan pada umumnya. Namun, seperti kebanyakan jamur berwarna lainnya, warna biru akan memudar sekian waktu berselang.

Jamur susu biru sangat lembut, berbau tanah dan rasanya tidak terlalu tajam. Cara terbaik memasak jamur susu biru ini adalah dengan memanggangnya bersama barbekyu, Tetap jaga jangan sampai warnanya pudar karena akan mengurangi cita rasa jamur ini.

Orang Meksiko sering mencampurkan sautéed dengan irisan bawang, ditambah epazote, lalu diberi toping krim lembut. Bisa juga dinikmati bersama tortilla. Bagaimana, hidangan yang menarik ya

Lactarius indigo Jamur Biru Meksiko yang Memang Biru!
04 Dec 2018
Cremini, Jamur kecil yang Menyehatkan Jantung dan Usus

Cremini, Jamur kecil yang Menyehatkan Jantung dan Usus

Cremini, Jamur kecil yang Menyehatkan Jantung dan Usus

Orang Mesir Kuno telah mengonsumsi Jamur Cremini sebagai makanan para pemimpin kerajaan. Pada sekarang ini, orang-orang mengonsumsi jamur dengan tujuan memperlambat penuaan dan melawan penyakit kanker. Dalam studi yang diketahui bahwa jamur-jamur yang dapat dikonsumsi seperti jamur kancing (Agaricus bisporus), jamur tiram (Pleurotus ostreatus), jamur shiitake (Lentinus edodes), dan maitake (Grifola frondosa) memiliki komponen yang dapat berperan sebagai antikanker. (1)

 

Jamur Cremini memiliki banyak kesamaan dengan Jamur Portobellos dan jamur kancing yang termasuk dalam spesies Agaricus bisporus. Yang membuat jamur ini memiliki rasa dan rupa yang berbeda adalah umur dari jamur tersebut karena mempengaruhi ukuran, warna, dan harga. Jamur kancing putih merupakan jamur yang sering ditemukan dipasaran dan telah dikonsumsi lebih dari ratusan kilo tiap tahunnya. Orang Amerika sendiri setiap tahunnya mengonsumsi lebih dari 470 kilo jamur.

 

Jamur Cremini baik untuk kesehatan, karena dengan mencampurkan jamur ini kedalam masakan akan menambah kandungan vitamin B, fosfor, selenium, tembaga, serat kasar, dan protein. Jamur juga rendah kandungan kalori, lemak, hingga rendah gula dan karbohidrat. Jamur juga dapat membantu untuk melawan dan mengurangi kadar radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi peluang untuk terkena penyakit kanker.

Cremini, Jamur kecil yang Menyehatkan Jantung dan Usus

Apa itu jamur cremini

Jamur Cremini merupakan jamur yang berukuran kecil hingga sedang dan berwarna cokelat yang memiliki rasa yang ringan. Rasa dari Jamur Cremini susah untuk dibedakan dengan jamur kancing, beberapa orang menganggap bahwa rasa dari Jamur Cremini lebih kaya dan terasa.

Mengonsumsi Jamur Cremini secara rutin dapat menghasilkan efek positif karena dapat menurunkan peluang menderita penyakit kronis. Karena memiliki kesamaan spesies dengan jamur kancing dan Portobello, Jamur Cremini sering disebut sebagai Jamur “Baby Bella”, Mini Bella, atau Jamur Portobellini.

Beberapa tahun ini, penelitian telah berfokus kepada pangan yang bersumber dari jamur dengan tujuan mencari cara melawan kanker. Mengonsumsi jamur secara rutin dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mereduksi ukuran tumor. Studi telah membuktikan bahwa sel kanker diberikan ekstrak jamur akan mengalami penurunan pertumbuhan, karena turunnya kemampuan untuk membentuk pembuluh darah yang dibutuhkan sebagai makanan sel tumor dan kanker, dan akan mengurangi produksi enzim yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk bereproduksi. Jamur Cremini sendiri memiliki kandungan tinggi vitamin dan mineral, antioksidan yang melindungi sel, kalium, dan elektrolit yang dibutuhkan oleh banyak orang.

 

Manfaat jamur cremini

Menurut laporan penelitian pada tahun 2012, diketahui bahwa jamur memiliki kemampuan sebagai anti-oksidan, anti-diabetes, hipokolesterolemik, anti-tumor, anti-kanker, imunomodulator, anti-alergi, nephro-protective, dan anti-mikroba. (3>2) Menurut penelitian terbaru dapat diketahui beberapa keuntungan dari Jamur Cremini menurut kandungan nutrisinya:

1. Membantu melawan penyakit kanker

Jamur memiliki manfaat sebagai antikanker, sehingga jamur merupakan cara yang paling hemat dan aman untuk menurunkan resiko penyakit kanker. Jamur sendiri dapat menurunkan poliferasi sel tumor dan menurunkan ukuran atau berat tumor dan tidak memiliki efek samping. Jamur Cremini mengandung komponen aktif utama berupa asam linoleat terkonjugasi (CLA) yang memiliki efek protektif pada pertumbuhan sel kanker. (4>3)

Penelitian juga dilakukan pada tikus dan hasilnya membuktikan bahwa ekstrak jamur dapat menurunkan pertumbuhan sel kanker payudara pada tikus. Ekstrak dari Agaricus bisporus akan menekan aktivitas aromatase dan menurunkan produk estrogen. Hormon estrogen yang berlebihan telah dibuktikan merupakan penyebab utama timbulnya penyakit kanker payudara pada wanita pascamenopause. Jamur Cremini juga memiliki senyawa flavon dan isoflavo yang dapat memiliki menghambat efek negatif dari hormone estrogen. (5>4)

Jamur Cremini juga dterbukti dapat mengobati kanker prostat dan leukemic monocyte lymphoma. (6>5) Senyawa antikanker pada beberapa jamur dapat mengurangi resiko penyakit kanker karena dapat mengurangi oksigen yang reaktif, mengatur pembelahan sel (mitosis kinase), mengatur angiogenesis (perkembangan pembuluh darah), dan menyebabkan apoptosis (penghancuran sel-sel yang berbahaya).

Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa jamur dapat digunakan sebagai makanan pendamping atau penguat untuk membantu proses perawatan kanker, seperti kemoterapi dan radiasi (seperti mengurangi rasa mual, supresi sumsum tulang, anemia, dan fungsi kekebalan tubuh)

2. Melindungi kesehatan kardiovaskular dan mengurangi resiko sindrom metabolik

Ergothioneine (EGT) merupakan asam amino yang paling banyak ditemukan pada jamur, EGT diketahui memiliki kemampuan antioksidan yang tinggi dan berperan sebagai sitoprotektif pada berbagai macam stresor seluler. (7>6) EGT dapat menjaga kesehatan kardiovaskular, dan menurunkan peradangan karena melindungi pembuluh darah yang rusak dan menurunkan kadar kolesterol, selain itu juga dapat melindungi tubuh dari gangguan sel darah merah, diabetes, dan kerusakan hati. (8>7) EGT juga diketahui dapat mengurangi peradangan di paru-paru, kerusakan pada ginjal, dan otak.

3. Mengurangi dan mencegah kelelahan

Dari jaman dahulu, jamur telah banyak digunakan sebagai tonik atau obat herbal untuk menambah stamina tubuh, meningkatkan kekebalan fungsi tubuh. Jamur yang sering digunakan adalah Jamur Shiitake, cordyceps, Jamur Reishi, dan Jamur Cremini.

Hal ini dikarenakan sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi yang dimiliki dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang berasal dari virus, seperti flu dan infeksi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jamur dapat menghasilkan sitokin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap patogen dan penyakit.

Jamur memiliki kandungan vitamin B yang sangat tinggi dan beragam  seperti vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (pantotenat), dan vitamin B2 (riboflavin). Asam pantotenat juga dapat berperan dalam proses metabolisme tubuh karena dapat mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi.

Vitamin B sangat diperlukan oleh otak untuk menjaga kesehatan kognitif dan menambah stamina tubuh. Mengonsumsi vitamin B juga dapat mengurangi kehilangan memori yang disebabkan oleh usia, migrain, sindrom otak kronis, depresi, dan insomnia. Niacin yang terkandung dalam jamur juga dapat menyeimbangkan kolesterol dan tekanan darah. Riboflavin dapat mencegah anemia, mengobati migraine, mengurangi gejala PMS, mencegah penyakit mata seperti glaucoma.

Cremini, Jamur kecil yang Menyehatkan Jantung dan Usus

4. Membantu menjaga kesehatan usus

Kandungan antioksidan yang tinggi (selain selenium dan tembaga) dapat memberikan perlindungan terhadap permeabilitas usus, sehingga dapat mengurangi kemungkinan kebocoran usus dan mengurangi peradangan usus serta stres oksidatif. (8>7) Mengonsumsi ekstrak jamur Cremini secara rutin dapat mengurangi penyakit yang terdapat di saluran pencernan, seperti penyakit radang usus, fibrosis, colitis ulserativa, dan kanker usus besar. Selenium yang merupakan salah satu komponen dari Jamur Cremini dapat mengurangi efek stres oksidatif seluler karena terdapat enzim selenoenzim, asam selenoamino, dan selenoprotein yang dapat melindungi usus serta mencegah cedera oksidatif.

5. Memenuhi kebutuhan kalium

Satu porsi Jamur Cremini dapat menyediakan sekitar 10% dari kalium yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya. Kalium dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas seluler dan membantu menyeimbangkan kadar mineral dalam tubuh, sehingga dapat membantu untuk mencegah kekurang kalium dalam tubuh.

Makanan yang tinggi akan kalium memiliki manfaat untuk menjaga tekanan darah, melindungi tulang yang lemah, meningkatkan stamina, mencegah kram otot atau kejang, sakit kepala, dan mencegah penurunan fungsi otak.

Kandungan nutrisi jamur cremini

Manfaat terbesar dari Jamur Cremini adalah karena mengandung asam amino ergothioneine yang masih jarang diketahui dan akan bekerja sama dengan antioksidan. Jamur Cremini juga mengandung berbagai macam asam amino sehingga terkadang disebut sebagai “Building Blocks of Proteins”, karena mengandung asam amino glutamat yang tinggi.

Jamur Cremini juga mengandung bahan fitokimia berupa asam linoleat terkonjugasi yang dapat bersifat sebagai antikanker dan dapat meningkatkan perlindungan terhadap aterosklerosis (pengerasan arteri), menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol tinggi, diabetes, dan lainnya. (9>8)

Tidak semua makanan mengandung vitamin D, jamur juga hanya sedikit mengandung vitamin D, namun jamur memiliki sifat yang unik karena dapat memproduksi dan menghasilkan lebih banyak vitamin D jika terpapar dengan sinar matahari.

Pada saat ini, manusia sering mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini disebabkan karena manusia menghabiskan sebagian besar waktu hanya berada di dalam ruangan, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh. Jamur yang terpapar oleh sinar UV dalam beberapa jam dapat memberikan 100% dari asupan harian vitamin D yang dibutuhkan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tulang, kekebalan, kesehatan mental, dan banyak lagi. (10>9)

Dalam satu cangkir Jamur Cremini (72 gram) mentah mengandung (11>10)

19,4 kalori,

3 g karbohidrat,

1.8 g protein,

0.1 g lemak,

0.4 g serat,

18.7 mikrogram selenium (27% DV),

0.4 mg riboflavin (21% DV),

0.4 mg tembaga (18% DV),

2.7 mg niacin (14% DV),

1.1 mg asam pantotenat (11% DV),

86.4 mg fosfor (9% DV),

323 mg kalium (9% DV),

0.1 mg tiamin (5% DV),

0.8 mg seng (5% DV),

0.1 mg mangan (5% DV),

0.1 mg vitamin B6 (4% DV),

10.1 mikrogram folat (3% DV).

 

Jamur Cremini tidak dapat menyebabkan alergi, namun jika anda memiliki alergi terhadap jenis jamur lain, maka dapat menghindari jamur Cremini atau menggunakannya secara hati-hati. Jamur pada umumnya mengandung purin yang dalam beberapa kasus kesehatan dapat membentuk asam urat yang dapat menumpuk dan menyebabkan kondisi seperti asam urat dan baju ginjal.

Jamur Cremini pada umumnya berwarna cokelat, berukuran kecil hingga sedang yang terkait dengan Jamur Portobello dan Jamur Kancing Putih. Manfaat Jamur Cremini dapat mengurangi peradangan, mencegah kanker dan jantung, memasok vitamin B dalam jumlah tinggi, antioksidan, dan fitonutrien seperti CLA dan L-ergothioneine, menyediakan selenium, tembaga, kalium, fosfor, dan vitamin B.

Kandungan nutrisi jamur cremini

Manfaat terbesar dari Jamur Cremini adalah karena mengandung asam amino ergothioneine yang masih jarang diketahui dan akan bekerja sama dengan antioksidan. Jamur Cremini juga mengandung berbagai macam asam amino sehingga terkadang disebut sebagai “Building Blocks of Proteins”, karena mengandung asam amino glutamat yang tinggi. Jamur Cremini juga mengandung bahan fitokimia berupa asam linoleat terkonjugasi yang dapat bersifat sebagai antikanker dan dapat meningkatkan perlindungan terhadap aterosklerosis (pengerasan arteri), menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol tinggi, diabetes, dan lainnya. (9>8)

Tidak semua makanan mengandung vitamin D, jamur juga hanya mengandung vitamin D yang tergolong sedikit, namun jamur memiliki sifat yang unik karena dapat memproduksi dan menghasilkan lebih banyak vitamin D jika terpapar dengan sinar matahari. Pada saat ini, manusia sering mengalami kekurangan vitamin D, hal ini disebabkan karena manusia menghabiskan sebagian besar waktu hanya berada di dalam ruangan, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh. Jamur yang terpapar oleh sinar UV dalam beberapa jam dapat memberikan 100% dari asupan harian vitamin D yang dibutuhkan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tulang, kekebalan, kesehatan mental, dan banyak lagi. (10>9)

Dalam satu cangkir Jamur Cremini (72 gram) mentah mengandung (11>10)

19,4 kalori,

3 g karbohidrat,

1.8 g protein,

0.1 g lemak,

0.4 g serat,

18.7 mikrogram selenium (27% DV),

0.4 mg riboflavin (21% DV),

0.4 mg tembaga (18% DV),

2.7 mg niacin (14% DV),

1.1 mg asam pantotenat (11% DV),

86.4 mg fosfor (9% DV),

323 mg kalium (9% DV),

0.1 mg tiamin (5% DV),

0.8 mg seng (5% DV),

0.1 mg mangan (5% DV),

0.1 mg vitamin B6 (4% DV),

10.1 mikrogram folat (3% DV).

Jamur Cremini tidak dapat menyebabkan alergi, namun jika ada alergi terhadap jenis jamur lain maka dapat menghindari Jamur Cremini atau menggunakannya secara hati-hati. Jamur pada umumnya mengandung purin yang dalam beberapa kasus kesehatan dapat membentuk asam urat yang dapat menumpuk dan menyebabkan kondisi seperti asam urat dan baju ginjal. Jamur Cremini pada umumnya berwarna cokelat, berukuran kecil hingga sedang yang terkait dengan Jamur Portobello dan Jamur Kancing Putih. Manfaat Jamur Cremini dapat mengurangi peradangan, mencegah kanker dan jantung, memasok vitamin B dalam jumlah tinggi, antioksidan, dan fitonutrien seperti CLA dan L-ergothioneine, menyediakan selenium, tembaga, kalium, fosfor, dan vitamin B.

15 Aug 2016

Lovastatin : Senyawa penting yang terdapat di dalam jamur tiram

Jamur tiram memiliki kandungan lovastatin yang berpotensi sebagai alternatif penghambat proses osteoklastogenesis, yaitu pembentukan osteoklas yang menjadi pemicu utama osteoporosis. Selain itu, lovastatin juga dapat mencegah penyakit hiperkolesterolemia. Lovastatin menghambat sintesis (pembentukan) kolesterol dalam tubuh kita dengan jalan menghambat enzim HMG-KoA reduktase.

jamur-tiram

15 Aug 2016

Spesies jamur yang hidup bawah air

Psathyrella aquatica merupakan jamur pertama yang memiliki tubuh buah dan dapat hidup di bawah air. Jamur ini ditemukan oleh Professor Robert Coffan di Sungai Rogue, Oregon. Coffan menemukan jamur ini tahun 2005 bersama dengan koleganya Darlene Southworth dan Jonathan Frank dari Departemen biologi di Southern Oregon University.

image02

15 Aug 2016
Wooww!! Jamur ini bisa menyala dalam gelap

Wooww!! Jamur ini bisa menyala dalam gelap

Wooww!! Jamur ini bisa menyala dalam gelap

Orang yang tidak tahu mungkin awalnya bakal mengira ini seperti hantu. Jamur tertentu, yang tentu saja hidup di tempat-tempat yang lembab, dapat berpendar dalam kegelapan. Beberapa jenis jamur yang tumbuh di hutan tropis Taman Wisata Nasional Lembah Ribeira, dekat Sao Pulo, Brazil memendarkan cahaya saat sekitarnya gelap. Jamur-jamur tersebut memiliki kemampuan bioluminescent karena reaksi kimia di tubuhnya menghasilkan cahaya berwarna hijau.

Jamur-jamur yang ditemukan di Brazil itu termasuk dalam genus Mycena. Di seluruh dunia terdapat sekitar 500 jenis jamur yang masuk ke dalam genus ini, tapi hanya 33 persen yang memiliki kemampuan bioluminescent.

image03 image04Ada lebih dari 10 jenis jamur bioluminescent yang baru ditemukan di Brazil sejak 2002, empat di antaranya merupakan spesies yang belum diketahui sebelumnya. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Cassius Stevani, profesor kimia dari Universitas Sao Paulo, Dennis Desjardin, profesor ilmu jamur dari Universitas Negeri San Fransisco California, dan Marina Capelari dari Institut Botani Brazil. “Penemuan ini telah menambah jumlah jamur berpendar, yang diketahui sejak 1970-an, menjadi 30 persen lebih banyak,” ujar Stevani.

15 Aug 2016
Penasaran Dengan Jamur Termahal di Dunia?? Yuk Mushome Beri Tahu

Penasaran Dengan Jamur Termahal di Dunia?? Yuk Mushome Beri Tahu

Penasaran Dengan Jamur Termahal di Dunia?? Yuk Mushome Beri Tahu

Tahukah kalian berapa harga jamur termahal di dunia? Harganya adalah Rp 27,5 juta per kilogram! Lantas, jamur apakah yang harganya semahal itu?

Jamur termahal di dunia tersebut adalah jamur truffle putih. Jamur ini merupakan jamur yang paling halus di dunia. Truffle putih sendiri berasal dari daerah Piedmont di Italia Utara. Jamur truffle terbesar yang ditemukan di dunia sampai saat ini memiliki berat hingga 1,5 kilogram. Jamur itu kemudian dibeli oleh Stanley Ho yang adalah pemilik kasino Makau seharga RP 33 Juta.

Salah satu faktor yang membuat jamur truffle ini sangat mahal adalah karena ia sangat sulit untuk ditanam. Pasalnya, jamur ini hanya bisa ditanam di hutan yang berlokasi di Italia Utara pada bulan September dan Desember saja. Jamur ini tumbuh dibawah tanah dekat dengan akar pohon.

Jamur truffle putih ini tumbuh liar sehingga memiliki kulit luar yang tebal namun lembut. Kadang teksturnya menjadi kasar dan memiliki 2 warna hitam dan putih, tergantung dari jenisnya. Jamur ini memiliki aroma ‘earthy’ yang tajam dan unik, sehingga tak heran bila ia disukai dan dicari oleh banyak orang.

image06Ada juga jamur truffle hitam dari Perancis yang dikenal sebagai berlian hitam. Jamur ini dibeli dengan harga yang tinggi (dapat mencapai hingga ratusan dolar) oleh sebuah restoran di Perancis. Namun jamur truffle putih dari Italia dijual dengan harga yang lebih tinggi, dapat mencapai 3x lipat jamur hitam Prancis.

image05Oleh karena itu, tak heran bila olahan jamur truffle merupakan makanan yang lezat dan mewah. Ada juga yang mengatakan bahwa jamur ini dapat meningkatkan nafsu seks. Di Prancis dan Italia, jamur truffle sangat langka. Di Perugia, Italia, diperlukan usaha keras untuk memburu jamur truffle, karena harus menjelajahi bukit-bukit yang dingin dan didampingi oleh anjing pelacak yang sudah terlatih. Anjing pelacak akan mengendus keberadaan jamur truffle yang sudah matang satu per satu.

Negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat telah mencoba untuk membudidayakan jamur truffle. Namun mereka sering mengalami kegagalan karena faktor lahan dan cuaca yang tidak seperti di Italia. Setelah memanen jamur truffle, para pemanen akan langsung membawanya ke pabrik, dimana jamur-jamur itu dicuci, dan disortir menjadi beku atau dimasukkan ke dalam kaleng. Setelah itu, jamur dikirim ke restoran-restoran mewah. Menu dengan jamur truffle biasanya dijual seharga Rp 1.350.000.

15 Aug 2016
Jamur Ophiocordyceps Unilateralis Jadikan Semut Seperti Zombie

Jamur Ophiocordyceps Unilateralis Jadikan Semut Seperti Zombie

Jamur Ophiocordyceps Unilateralis Jadikan Semut Seperti Zombie

Ilmuwan menemukan salah satu jenis jamur yang kemungkinan telah menginvasi tubuh semut kayu (Camponotus leonardi) dan mengontrol perilaku mereka selama 48 juta tahun terakhir. Sebuah jamur parasit bernama Ophiocordyceps unilateralis telah terbukti secara sengaja menginfeksi semut-semut karena semut-semut itu bertempat tinggal di tanaman dan pepohonan yang ingin dimanfaatkan juga oleh jamur.

Setelah jamur menginvasi tubuh semut, ia kemudian menginstruksikan serangga itu untuk menggigit bagian bawah daun, tepat di pembuluhnya. Kemudian, saat semut berada di lokasi yang optimal, jamur kemudian tumbuh pesat di seluruh tubuh semut. Akhirnya jamur membunuh semut ‘zombie’ yang perilakunya sudah dikontrol itu sambil bersiap-siap menyebarkan spora baru.

image01 “Saat semut berada di bawah kontrol jamur, semut meninggalkan tanda yang jelas yang disebut ‘gigitan kematian’ di daun-daun,” kata David Hughes, peneliti dari Harvard University, seperti dikutip dari Unexplained-Mysteries.

Semut yang dikontrol, kata Hughes, menggigit tepat di pembuluh tanaman dalam upaya mencari titik optimal bagi pertumbuhan jamur. Dari penelitian, Hughes menemukan bahwa gigitan tersebut sama persis dengan temuan fosil daun yang sudah berusia 48 juta tahun. Temuan ini membuatnya yakin bahwa jamur telah melakukan praktek pembuatan semut ‘zombie’ jauh sebelum manusia muncul di Bumi.

“Kami yakin bahwa jamur yang mengontrol pikiran semut saat semut itu membuat tanda gigitan di daun,” kata Hughes. “Pasalnya, bukanlah hal yang normal bagi semut untuk menggigit daun tepat di pembuluhnya karena tindakan itu tidak ada nilai nutrisinya bagi mereka,” ucapnya.
Bahkan, Hughes menyebutkan, bagi semut, menggigit tepat di pembuluh tanaman spesies tertentu justru sangat berbahaya karena beracun.

15 Aug 2016
Makhluk Hidup Terbesar di dunia “Armillaria solidipes” adalah Sebuah Jamur

Makhluk Hidup Terbesar di dunia “Armillaria solidipes” adalah Sebuah Jamur

Makhluk Hidup Terbesar di dunia “Armillaria solidipes” adalah Sebuah Jamur

Jika ditanya apa organisme hidup terbesar di dunia saat ini, apa yang ada di kepala kamu? Paus? Gajah? Monster raksasa seperti paus biru memang sangat besar, mempunyai panjang 30 meter dan mempunyai berat hingga 180 ton. Dengan ukuran sebesar itu, diperkirakan makhluk ini lebih besar dari dinosaurus terbesar yang pernah hidup. Tetapi, mungkin makhluk yang satu ini gak termasuk salah satu yang kamu pikir sebagai organisme terbesar di dunia. Padahal makhluk inilah yang memegang rekor tersebut. Tahukah kamu apa organisme yang dimaksud? Itu adalah sebuah jamur.

Jamur macam apa yang bisa menjadi organisme terbesar di dunia? Jamur tersebut adalah jamur madu (Armillaria solidipes) yang hidup di kawasan Blue Montains, Oregon. Jamur ini menutupi wilayah seluas 965 hektar atau sekitar 1,665 lapangan sepakbola.

Jamur madu merupakan nama yang biasa diberikan pada jamur-jamur yang memiliki genus Armillaria. Jamur parasit ini mengkolonisasi dan membunuh pepohonan. Saking menyebalkannya jamur ini untuk para pecinta tanaman, jamur ini memiliki julukan “Gardeners Nightmare” atau “Mimpi Buruk Pekebun”.

Jamur terbesar ini ditemukan pada tahun 1998. Bukan hanya ukurannya, usia jamur ini juga sangat fantastis. Berdasarkan tingkat pertumbuhannya hingga sekarang, diperkirakan jamur ini berusia 2,400 tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa jamur ini telah hidup sejak 8,650 tahun yang lalu. Sehingga, bisa jadi jamur ini juga memegang rekor sebagai organisme tertua di dunia.

image00

Sebelum jamur terbesar ini ditemukan, Dinas Kehutanan Amerika Serikat sedang mencari penyebab banyaknya pepohonan yang mati, terutama cemara. Mereka mengambil foto udara dan sampel dari sekitar 112 pohon yang mati. Mereka menemukan sekitar 108 di antara pohon yang mati ternyata telah terinfeksi jamur madu.

Peneliti kemudian meneliti sampel jamur yang diperoleh. Mereka memasangkan miselia masing-masing jamur satu sama lain untuk mengetahui apakah mereka berasal dari koloni yang sama. Secara mengejutkan, mereka menemukan bahwa 61 pohon yang tumbang tersebut diserang oleh koloni klonal-individu jamur yang sama. Hal itu terlihat dari susunan genetik jamur yang sama, sehingga dapat diambil kesimpulan jamur-jamur tersebut merupakan satu organisme.

Sebelumnya, pada tahun 1992, ditemukan pula jamur dari spesies yang sama di Washington. Jamur tersebut mempunyai ukuran sekitar 6.5 kilometer persegi dan juga menjadi organisme terbesar saat itu.

Ahli biologi memang telah lama berdebat tentang apa yang didefinisikan sebagai organisme individual. Jika sebuah organisme individual didefinisikan sebagai “sel-sel yang secara genetik identik, dapat berkomunikasi, dan mempunyai tujuan yang sama atau setidaknya dapat mengkoordinasikan diri mereka sendiri”, maka jamur A. solidipes adalah pemegang rekor organisme terbesar di dunia.

Open chat
Pemesanan?
MusHome